Sejarah Semester 2 Part 2
SEJARAH
PERKEMBANGAN HINDU – BUDHA DI
INDONESIA
Penyebaran Agama Hindu – Budha di Nusantara
Perspektif masuknya agama Hindu di Indonesia ada 4 teori:
1. Teori Sudra (golongan orang biasa)
Sesuai dengan namanya, teori ini menyatakan bahwa penyebaran
agama Hindu ke nusantara dibawa oleh orang-orang India berkasta Sudra.
2. Teori Waisya (golongan pedagang)
Menurut teori ini, kelompok yang berperan besar dalam penyebaran
agama Hindu adalah golongan Waisya. Teori ini dikemukakan oleh Prof. N.J. Krom.
3. Teori Ksatria (golongan raja)
Menurut teori ini, kelompok yang berperan besar dalam
penyebaran agama Hindu di nusantara adalah golongan ksatria. Proses penyebaran
agama tersebut dilakukan dengan cara pendudukan (kolonisasi). Teori yang
dikemukakan oleh Prof. Dr. Ir. J.L. Mouens.
4. Teori Brahmana (golongan ulama / tokoh agama)
Menurut teori ini, faktor utama penyebaran agama Hindu di
nusantara adalah dari kaum Brahmana. Teori yang dikemukakan oleh J.C. Ban Leur.
Penyebaran Agama Budha
B. Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha
1. Kutai
Di daerah Kutai, Kalimantan Timur, bukti itu berupa tujuh
buah prasasti berbentuk yupa. Yupa ditulis dalam huruf Pallawa dan bahasa
Sansekerta. Prasasti itu dibuat kira-kira pada abad ke-5 Masehi.
Kerajaan Kutai di Hulu sungai Mahakam. Pendiri kerajaan itu
bernama Kudungga, dipastikan bukanlah sebuah nama Hindu, namun asli nusantara.
Prasasti-prasasti itu sendiri dibuat untuk memuliakan Raja
Kutai yang ketiga, Mulawarman. Prasasti yang menyebutkan bahwa raja tersebut
telah memberikan sumbangan berupa 20.000 ekor sapi kepada para Brahmana.
2. Tarumanegara
Kerajaan Hindu pertama di Jawa Barat dan kedua di nusantara
ialah Tarumanegara. Kerajaan ini terletak di antara sungai Cisadane dan sungai
Citarum pada abad ke-5 Masehi. Catatan para pengelana Cina yang singgah di Jawa
seperti kisah Fa-Shien mengenai sebuah kerajaan yang bernama To-lo-mo
(Tarumanegara). Tang dan Sung menyebutkan bahwa kerajaan tersebut beberapa kali
mengirimkan utusannnya ke Cina.
3. Kalingga
Dalam sebuah berita Cina yang berasal dari seorang biksu
Budha bernama I-Tsing, pada pertengahan abad ke-7 terdapat sebuah kerajaan
bernama Holing atau Kalingga di daerah Jawa Tengah. Kerajaan Kalingga
diperintah oleh seorang ratu bernama Sima. Pemerintahannya sangat keras, namun
adil dan bijaksana.
C. Pengaruh dan Warisan Kebudayaan Hindu – Budha
1. Pengaruh Kebudayaan Hindu – Budha
Perkembangan Hindu – Budha di nusantara tidak sekedar membawa
perubahan dalam bidang keagamaan saja melainkan juga berpengaruh pada kehidupan
politik, sosial dan budaya.
2. Perubahan dalam bidang politik
Di bidang politik yang paling nyata adalah diperkenalkannya
sistem kerajaan. Sebelumnya, kedudukan pemimpin dalam masyarakat nusantara
ialah orang yang dituakan oleh sesamanya.
3. Perubahan dalam bidang sosial
Masyarakat nusantara terbagi menjadi beberapa golongan
sesuai dengan aturan kasta. Akan tetapi, sistem kasta yang berlaku di nusantara
tidaklah seketat di negara asalnya.
4. Perubahan dalam bidang kebudayaan
Pengaruh di bidang kebudayaan terutama berkaitan dengan
penyelenggaraan upacara keagamaan, seperti upacara sesajen, pembuatan relief,
candi serta penggunaan bahasa sansekerta.
5. Warisan kebudayaan Hindu – Budha
– Arsitektur
Arsitektur warisan kebudayaan Hindu – Budha dapat dilihat
dari stupa dan candi. Awalnya stupa dikenal sebagai kuburan kubah atau bukit
makam yang sederhana, kemudian bentuk arsitektur ini menjadi sebagai bangunan
suci bagi umat Budha.
Gerbangnya terdapat di empat penjuru mata angin, biasanya
dihiasi dengan gambar-gambar timbul (relief).
Adapun candi merupakan bangunan peninggalan masa lalu yang
digunakan untuk memuliakan orang yang telah meninggal, khusus bagi para raja
dan orang-orang terkemuka.
– Seni sastra
Seni sastra peninggalan kerajaan-kerajaan Hindu – Budha
ialah tampak dalam penulisan prasasti, kitab dan kakawin. Prasasti biasanya
ditulis untuk memberikan informasi sehubungan dengan adanya peringatan,
perintah, atau keberadaan suatu kerajaan. Pada masa kerajaan Kutai, informasi itu
dipahatkan pada Yupa (tugu batu).
– Seni rupa / ukir
Karya seni rupa banyak dijumpai dalam bentuk relief yang
dipahatkan pada dinding candi, biasanya berupa gambar dan hiasan serta ada yang
merupakan rangkaian cerita atau kisah orang-orang tertentu. Relief-relief itu
antara lain dapat ditemui dalam berbagai candi seperti Borobudur, Prambanan dan
Panataran.
Komentar
Posting Komentar